Jejak Emas di Timur Totabuan: Tradisi yang Tak Kunjung Padam

- Penulis

Kamis, 12 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi Mintu' masih menjadi ladang harapan warga pencari nafkah dan emas secara tradisional. (Foto: Doc Putra Moonow)

Lokasi Mintu' masih menjadi ladang harapan warga pencari nafkah dan emas secara tradisional. (Foto: Doc Putra Moonow)

Galeri Rakyat — Di tengah rimbunnya pepohonan dan aliran sungai yang mengalir tenang, suara-suara logam beradu pelan terdengar.

Di situ, di jantung Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, para penambang tradisional masih setia mendulang harapan dari tanah dan batu.

Mereka menyebut diri sebagai pencari nafkah, namun kini dengan istilah baru: pencari dolar.

Harga emas yang terus merangkak naik mengubah lanskap ekonomi masyarakat. Tak sedikit yang memilih meninggalkan pekerjaan lama dan turun ke hutan atau menyusuri sungai demi sebutir emas.

“Sekarang bukan cuma cari sesuap nasi, tapi juga dolar,” kata seorang penambang yang saya temui di wilayah Totabuan Timur.

Kalimatnya terdengar sederhana, tapi mencerminkan tekanan ekonomi sekaligus harapan besar.

Menariknya, lokasi yang ramai hari ini bukanlah wilayah baru dalam peta tambang. Wilayah ini telah lebih dulu dikenal oleh bangsa asing, tepatnya Belanda.

Di masa kolonial, daerah Mintu’ menjadi salah satu titik eksplorasi emas oleh penguasa Hindia Belanda.

Jauh sebelum Republik Indonesia berdiri, kekayaan alam Bolaang Mongondow sudah dicatat dan digarap dengan penuh keseriusan.

Kini, puluhan tahun berselang, tempat yang sama menjadi tumpuan warga lokal. Mereka menyusuri jejak lama dengan peralatan sederhana: dulang, sekop, dan keyakinan.

Pengetahuan tradisional diwariskan antar generasi. Tak ada pelatihan formal, tak ada teknologi tinggi, hanya naluri dan warisan kearifan lokal.

Saya melihat sendiri sampelan emas hasil dari proses manual. Butiran kecil yang jika dikumpulkan bisa menghidupi keluarga selama beberapa hari.

Bagi sebagian orang, hasilnya kecil. Tapi bagi mereka, itu adalah hasil kerja keras yang layak dihargai.

Namun, bukan tanpa tantangan. Penambangan tanpa perlindungan keselamatan atau regulasi lingkungan bisa berisiko besar.

Sayangnya, bagi sebagian masyarakat, pilihan antara bekerja dengan risiko atau tidak bekerja sama sekali, jawabannya sudah jelas.

Mintu’ bukan sekadar lokasi tambang. Ia adalah ruang hidup, ruang harapan, dan ruang kenangan. Di sanalah sejarah dan masa depan bertemu.

Anak-anak muda yang belajar dari ayahnya mendulang emas, ibu-ibu yang menunggu di rumah dengan harap cemas, dan para penambang yang tak gentar walau tanahnya pernah dijajah, kini menambang demi kehidupan yang lebih layak.

Sebagai putra Moonow, saya melihat tambang ini bukan hanya dari sisi ekonomi, tapi juga sisi kemanusiaan. Ada keteguhan, ada perjuangan, dan ada keberanian untuk terus menggali masa depan dari tanah leluhur.

Salam anak tambang tradisional.

Oleh: Hendra L. Mamonto, Putra Moonow.

Hendra L Mamonto

Berita Terkait

Reses di Kotamobagu timur, Ketua DPRD Adrianus Mokoginta Apresiasi Aspirasi Masyarakat
Taraweh Perdana Wal Kota dr Wenny Gaib Ajak Umat Islam Perkuat Ukhuwah Islamiah
Pemkot Kotamobagu Alokasikan Belasan Miliar untuk Pembangunan dan Perbaikan Infrastruktur Jalan dan Jembatan di 2026
Bangun Sinergitas Lintas Daerah, Walikota dr Wenny Gaib Terima Kunjungan Bupati Kepulauan Talaud
Didampingi Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, Weny – Rendy Hadiri Peringatan Hari Ibu ke 97
Raih Prestasi Membanggakan, Michael Sholat Bibisa Apresiasi Tim Sepak Bola Kota Kotamobagu
Tambang Rakyat BMR Legal, Lahan Pangan Terancam?

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:10 WITA

Reses di Kotamobagu timur, Ketua DPRD Adrianus Mokoginta Apresiasi Aspirasi Masyarakat

Rabu, 18 Februari 2026 - 23:31 WITA

Taraweh Perdana Wal Kota dr Wenny Gaib Ajak Umat Islam Perkuat Ukhuwah Islamiah

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:36 WITA

Pemkot Kotamobagu Alokasikan Belasan Miliar untuk Pembangunan dan Perbaikan Infrastruktur Jalan dan Jembatan di 2026

Senin, 26 Januari 2026 - 16:14 WITA

Bangun Sinergitas Lintas Daerah, Walikota dr Wenny Gaib Terima Kunjungan Bupati Kepulauan Talaud

Jumat, 19 Desember 2025 - 12:23 WITA

Didampingi Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, Weny – Rendy Hadiri Peringatan Hari Ibu ke 97

Berita Terbaru

Bolaang Mongondow Raya

PT Arafura Surya Alam Gelar Khitanan Massal, Layani 61 Anak di Boltim

Kamis, 30 Jul 2026 - 18:05 WITA

Daerah

dr Wenny Gaib Membuka Diklat Calon Paskibraka

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:38 WITA

Daerah

Wali Kota Pimpin Rakor Forkopimda

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:20 WITA