oleh

Formasi Boltim Mengabdi Hadirkan Inovasi Ecobrick dan Biopori

RakyatBMR.com, Boltim – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Pelajar Mahasiswa Indonesia, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (FORMASI Boltim) melaksanakan kegiatan FORMASI Boltim Mengabdi bertempat di Desa Tutuyan III, pada Rabu (3/8/2022).

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari sejak tanggal 1 Agustus hingga 3 Agustus ini mengangkat tema “Gerakan Peduli Lingkungan dengan Penerapan Pengolahan Sampah 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dan Penanganan Banjir Skala Kecil (Biopori)”.

Menurut Ketua Umum FORMASI Boltim Cabang Gorontalo, Galang Mokoagow, kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan tiap tahun oleh FORMASI Boltim.

“Ini merupakan agenda tahunan FORMASI Boltim, sebagai wujud implementasi keilmuan yang di dapat di bangku kuliah kepada masyarakat di Daerah,” ucapnya.

Galang pun mengungkapkan alasan kenapa FORMASI Boltim memilih Desa Tutuyan III sebagai tempat untuk mengaplikasikan penerapan pengolahan sampah 3R dengan metode Ecobrick dan penanganan banjir skala kecil (Biopori).

“Berdasarkan hasil observasi, kami menemukan bahwa di Desa Tutuyan III memiliki volume sampah cukup tinggi terutama pada bagian pantai baret yang masih banyak sampah berserakan dimana-mana karena masih kurangnya edukasi, kepekaan masyarakat terhadap masalah sampah dan belum adanya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menjadi salah satu masalah yang menyebabkan volume sampah di Pantai Baret dan pemukiman warga sekitar cukup tinggi,” ungkapnya.

Melihat permasalahan lingkungan yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur terutama pada permasalahan Sampah yang masih belum menemukan titik solusi, maka perlu adanya inovasi yang bisa menjadi langkah kecil pada permasalahan sampah di Boltim terutama pada sampah plastik yaitu dengan Penerapan Pengolahan Sampah 3R (Reuse, Reduce, Recycle) menjadi satu produk olahan sampah plastik yang ramah lingkungan (Ecobrick).

“Pengolahan sampah 3R merupakan Konsep yang memiliki inti yakni Reuse (Menggunakan kembali sampah sampah yang masih bisa digunakan atau bisa berfungsi lainnya), Reduce (Mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan atau memunculkan sampah), Recycle (Mengolah kembali sampah atau daur ulang menjadi suatu produk atau barang yang dapat bermanfaat),” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, dengan adanya ecobricks, sampah-sampah plastik dapat tersimpan dengan baik dalam botol dan dimanfaatkan untuk hal berguna lainnya.

“Jika plastik-plastik tersebut dibakar, maka zat-zat berbahaya seperti karbon monoksida akan terlepas ke udara, membahayakan kesehatan orang-orang, hingga menjadi penyumbang pemanasan global. Kemudian, jika dibiarkan begitu saja, partikel plastik juga akan sulit sekali terurai dan dapat membahayakan ekosistem di sekitarnya, seperti ekosistem tanah maupun laut. Nah, makanya kita harus dapat berusaha untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Jika sampai harus menggunakan dan menghasilkan sampah plastik, lebih baik kita kumpulkan agar dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang berguna dalam jangka panjang. Ecobricks yang kami buat nantinya bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam, seperti misalnya membuat dinding, kursi, dan perabotan lainnya,” tutupnya.

Adapun cara membuat Ecobricks sebagai berikut;
Alat dan bahan yang kamu perlukan:

1. Botol-botol plastik
2. Sampah plastik yang sudah kamu kumpulkan
3. Tongkat / sendok / alat sejenisnya untuk memadatkan

Langkah-langkah membuat Ecobricks:
1. Cuci dan keringkan semua botol dan sampah plastik yang akan kamu gunakan untuk membuat ecobricks agar tidak ada bakteri.
2. Masukkan sampah-sampah plastik mu ke dalam botol. Jika ada yang berukuran besar, kamu dapat memotongnya menjadi lebih kecil menggunakan gunting.
3. Gunakan tongkat atau sendok untuk memadatkan sampah plastik ke ruangan botol. Pastikan bahwa botol sudah benar-benar padat hingga tidak ada lagi rongga kosong. Salah satu cara untuk mengeceknya adalah dengan menekannya dari luar. Ecobricks yang baik dan padat tidak akan kempes atau mengeluarkan bunyi ketika ditekan.
4. Tutup botol tersebut dan satu buah ecobrick telah jadi. (Red)

Komentar

Berita Menarik Lainnya