Tambang Rakyat BMR Legal, Lahan Pangan Terancam?

- Penulis

Jumat, 26 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMR ditetapkan sebagai WPR emas terbesar di Sulut. Legalitas tambang rakyat ini menimbulkan dilema bagi masa depan pangan dan hortikultura. (Foto: Istimewa)

BMR ditetapkan sebagai WPR emas terbesar di Sulut. Legalitas tambang rakyat ini menimbulkan dilema bagi masa depan pangan dan hortikultura. (Foto: Istimewa)

Penetapan Bolaang Mongondow Raya (BMR) sebagai zona Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) terbesar di Sulawesi Utara bukan sekadar kebijakan teknis.

Di balik 10.850 hektare lahan tambang rakyat yang baru dilegalkan, tersimpan dilema lama: pangan atau tambang.

Selama dua dekade terakhir, BMR identik dengan jagung dan padi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Bolmong kerap menempati posisi teratas dalam produksi beras di Sulut.

Tak hanya itu, hortikultura seperti cabai, tomat, hingga bawang merah dari bolaang Mongondow Timur (Boltim) juga menjadi penopang utama pasar lokal BMR.

Namun, aktivitas tambang emas rakyat, terutama di Bolaang Mongondow dan Boltim, semakin meluas.

Banyak petani yang tergoda beralih menjadi penambang. Alasannya sederhana: tambang memberi keuntungan cepat, sementara bertani memerlukan waktu dan modal yang tak sedikit.

“Dulu saya menanam jagung, sekarang ikut menambang. Lebih cepat dapat uang,” ujar seorang warga Boltim ketika ditemui di lokasi tambang tradisional.

Pengakuan ini menggambarkan tren bergesernya orientasi masyarakat dari pertanian ke pertambangan.

Masalahnya, lahan tambang sering berbatasan bahkan tumpang tindih dengan kawasan pertanian.

Jika tidak dikendalikan, legalisasi WPR justru bisa memperparah degradasi lahan produktif.

Air sungai yang tercemar limbah merkuri, tanah yang longsor, hingga sawah yang tak lagi subur menjadi ancaman nyata.

Di sisi lain, pemerintah pusat menekankan bahwa WPR bertujuan menertibkan penambangan rakyat agar legal, aman, dan ramah lingkungan.

Dengan WPR, masyarakat tidak lagi bekerja di area ilegal. Negara hadir untuk memberi kepastian hukum sekaligus pengawasan.

Namun, persoalan tak berhenti pada aspek legalitas. Tantangan terbesar ada pada keseimbangan pembangunan.

Apakah pemerintah daerah mampu menata agar emas dan pangan berjalan beriringan, tanpa saling meniadakan?

Para pengamat menilai, jalan tengah bisa ditempuh dengan model zonasi ketat: tambang di area tertentu, pertanian tetap dipertahankan di lahan produktif.

Disertai pengawasan serius agar aktivitas tambang tidak merambah ke sawah dan ladang.

Ke depan, BMR akan menjadi laboratorium nyata bagaimana sebuah daerah menata dua kepentingan vital: emas sebagai sumber ekonomi instan, dan pangan sebagai kebutuhan abadi.

Jika salah kelola, BMR bisa kehilangan identitasnya sebagai lumbung pangan Sulut.

Jika berhasil, BMR justru bisa menjadi contoh nasional bagaimana pertambangan rakyat dan pertanian bisa berdampingan secara berkelanjutan.

 

Berita Terkait

Bahasa Mongondow dan Tari Dana-Dana Resmi Jadi WBTB, Wali Kota Terbitkan Edaran Budaya
dr Wenny Gaib Membuka Diklat Calon Paskibraka
Wali Kota Pimpin Rakor Forkopimda
TP-PKK Kotamobagu Gelar Lomba Aku Hatinya PKK, Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK Turun Lakukan Penilaian
Wali Kota dr Weny Gaib Sambut Jajaran KemenPAN-RB
Tingkatkan Kualitas Perdes, Pemkot Kotamobagu Luncurkan Klinik Motompia
Lestarikan Bahasa Daerah, Asisten I Kotamobagu Pimpinan Apel Pagi Berbahasa Mongondow
Kunker Kemenkes, Wali Kota Kotamobagu Lobi Sarpras

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 02:34 WITA

Bahasa Mongondow dan Tari Dana-Dana Resmi Jadi WBTB, Wali Kota Terbitkan Edaran Budaya

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:38 WITA

dr Wenny Gaib Membuka Diklat Calon Paskibraka

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:20 WITA

Wali Kota Pimpin Rakor Forkopimda

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:54 WITA

TP-PKK Kotamobagu Gelar Lomba Aku Hatinya PKK, Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK Turun Lakukan Penilaian

Senin, 27 Juli 2026 - 02:41 WITA

Tingkatkan Kualitas Perdes, Pemkot Kotamobagu Luncurkan Klinik Motompia

Berita Terbaru

Bolaang Mongondow Raya

PT Arafura Surya Alam Gelar Khitanan Massal, Layani 61 Anak di Boltim

Kamis, 30 Jul 2026 - 18:05 WITA

Daerah

dr Wenny Gaib Membuka Diklat Calon Paskibraka

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:38 WITA

Daerah

Wali Kota Pimpin Rakor Forkopimda

Kamis, 30 Jul 2026 - 00:20 WITA